Minggu, 17 Oktober 2010

SETIAP ORANG ADALAH GURU KEHIDUPAN

guru dalam kehidupan
Sikap menghargai orang lain merupakan identitas seorang muslim, penghargaan yang tanpa melihat status, warna kulit, ataupun pekerjaan seseorang. Seorang yang mengakui dirinya muslim, wajib mau menghargai orang lain. Penghargaan itu harus hadir di atas keyakinan bahwa masing-masing orang memiliki kelebihan, dan tidak ada seorang pun di antara kita yang sanggup hidup, dan menyelesaikan tugas-tugas kehidupannya sendiri. Manusia adalah makhluk berjama’ah yang memerlukan kontribusi orang lain dalam hidupnya. Tetapi, seringkali penghargaan itu hilang dari diri kita, terhadap orang-orang yang selama ini ada disekitar kita, orang-orang yang banyak memberi kontribusi untuk kemudahan dalam hidup kita, justru karena mereka sering bersama kita.
Agar hal ini tidak lagi menjadi kebiasaan kita, maka ada persepsi-persepsi yang harus kita bangun, agar ketika kita memandang orang lain ada pemuliaan dan penghargaan yang membuat mereka layak menjadi bagian penting dalam hidup kita.



Setiap Orang Punya Perasaan yang Harus Dijaga
Manusia adalah makhluk yang tumbuh di dalam dirinya perasaan. Tak peduli seperti apa statusnya, seberapa usianya, dan bagaimana keadaannya, perasaan itu selalu ada dalam dirinya. Anak kecil punya perasaan sebagaimana orang dewasa pun mempunyai perasaan. Rakyat jelata pun memiliki perasaan sebagaimana juga penguasa maupun bangsawan. Dan kita, wajib memahami dan memaklumi perasaan itu agar bisa menghargai setiap orang yang kita hadapi.

Dalam konsep ‘hablum minannas’ yang diajarkan kepada kita, ada tujuan dan maksud yang sangat jelas bahwa kita perlu menjaga hubungan sesama manusia, selain menjaga hubungan baik dengan Dzat yang Maha Pencipta. Maknanya adalah, menjaga perasaan orang lain sama pentingnya dengan menjaga perasaan diri sendiri, karena Allah Ta’ala telah menjadikan manusia itu senang akan penghargaan, pujian, dan kelembutan tutur kata sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159).
Penghargaan terhadap perasaan orang lain tidak berarti kita harus selalu setuju dengan apa yang diucapkan atau yang dikerjakannya. Menghargai orang lain secara sederhana bisa dilakukan dengan mengatur dan memperbaiki tata cara kita mendengar, menanggapi, dan memberi perhatian terhadap apa yang diceritakan, dikerjakan atau yang diperankan orang tersebut.
Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan
Dikehidupan ini, sesungguhnya hubungan kita dengan orang lain bukanlah sekedar interaksi dan pergaulan biasa. Tetapi kita hidup untuk saling berbagi, memberi, maupun menerima dalam hal apapun. Dalam kehidupan ini, sesungguhnya kita saling mengisi, saling mengajar untuk mencapai dan mendapatkan keadaan kita yang lebih baik, lebih sempurna, dan lebih bermartabat.
Dikehidupan ini kita sedang belajar banyak hal agar kita dapat menemukan kearifan. Berproses dan terus berproses, hingga kelak kita menjadi orang-orang yang bijak. Dan setiap orang yang kita temui adalah guru-guru kita yang akan mengajarkan sesuatu yang baik tentang makna kehidupan dan arti pergaulan. Karena itulah kita harus bisa menghargai siapa pun orang di dunia ini, termasuk orang-orang biasa yang setiap kita temui dengan peran-perannya yang sederhana. Termasuk orang-orang yang kadang-kadang kita pandang sebelah mata karena status dan pekerjaannya mungkin tak sepadan dengan kita.

Setiap orang adalah guru dalam kehidupan kita. Kita belajar darinya tentang pribadinya yang unik dan menarik, yang kadang tersembunyi atau sengaja kita sembunyikan karena hanya mau melihatnya dari sudut luar yang sempit, dari tubuhnya yang hanya dibalut dengan pakaian yang lusuh.

Jangan Abaikan Ucapan Terima Kasih
Manusia tidak akan pernah bisa hidup dengan mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. Kita mesti memerlukan banyak bantuan orang lain, sekecil apapun bantuannya. Karena itu, kita harus pandai berterima kasih kepada “orang-orang kecil” yang hadir disekitar kita, membantu kita menyelesaikan tugas-tugas dan urusan-urusan kita.

Mengucapkan terima kasih adalah suatu penghargaan yang tulus kepada orang lain dan tidak dapat kita nilai dengan uang. Mengucapkan terima kasih tidaklah perlu memandang kepada siapa kita berterima kasih. Mungkin saja kita berterima kasih kepada orang lain yang mungkin status sosialnya jauh dibawah kita.

Ucapan terima kasih kita yang tulus, laksana air yang menyejukkan dahaga ditengah padang pasir. Ucapan terima kasih walaupun sepele, akan tetapi mengandung makna yang begitu besar. Seseorang yang mengucapkan terima kasih menunjukkan bahwa orang tersebut berbesar hati, mau memberikan penghargaan kepada lawan bicaranya. Ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah membantu kita menyelesaikan tugas-tugas kita.
Ucapan terima kasih tentu patut kita layangkan kepada orang-orang yang kurang kita hargai selama ini, karena dengan begitu, maka secara otomatis kita telah berterima kasih kepada Allah Ta’ala.

Setiap Pribadi Adalah Penting dan Istimewa
Sesungguhnya setiap orang memanglah istimewa. Setiap orang memiliki kelebihan, dan karena itu kita saling membutuhkan. Dan karena itu pulalah, kita tidak boleh saling merendahkan. Kita diajarkan kalimat, “Jangan engkau rendahkan orang lain, kerena setiap sesuatu punya kelebihan dan keistimewaan.”

Sesekali mungkin kita perlu memerhatikan tukang sol sepatu, tukang reparasi payung, tukang jahit keliling, pemangkas rambut, yang sering menghampiri kita untuk menawarkan jasanya. Tangan-tangan mereka begitu lincah dan terampil, sehingga kita merasa nyaman dan percaya menggunakan jasa mereka. Tapi, orang-orang itu begitu sulit kita hargai. Kadang ketika kita memakai jasa seorang tukang sol sepatu, dengan begitu kejamnya kita menawar harga. Padahal, bisa jadi di hari itu, kita adalah pelanggan pertamanya setelah menempuh perjalanan yang teramat jauh. Sementara di rumahnya telah menunggu anak istri yang membutuhkan makanan dan pakaian.
Orang-orang itu adalah orang-orang istimewa. Mereka mampu mengerjakan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan. Maka untuk menghargai mereka, tidak akan bisa jika kita tak pernah menganggapnya penting dan istimewa.

Orang-orang itu memang kecil secara pekerjaan, tapi istimewa dari sisi keahlian. Mereka ada disekitar kita, selalu bersama kita dengan tanpa pernah menuntut untuk dihargai, sebab mereka adalah orang-orang yang tahu diri, lebih dari kita. Akan tetapi interaksi dan kebersamaan kita dengan mereka, sudah seharusnya mendorong kita untuk pandai menghargai, memuliakan, dan menghormati, sebab tanpa kehadiran mereka mungkin tidak ada pekerjaan-pekerjaan berat yang bisa kita selesaikan, tak ada prestasi-prestasi hebat yang bisa kita capai.

BAHAYA AIR MINERAL

Sebagai penyedia barang-barang kebutuhan rumah tangga, Anda harus jeli memilih barang yang bagus, berkualitas, sekaligus aman digunakan semua anggota keluarga. Apalagi, di pasaran kini makin marak pemalsuan barang, termasuk barang bermerek. Terbayangkah dalam benak Anda, bila ternyata air mineral bermerek tertentu yang Anda konsumsi adalah air mineral palsu?
Berikut agar Anda tidak terkecoh membedakan air mineral yang asli dengan yang palsu:


1. Belilah air minum bermerek. Namun, kewaspadaan harus tetap berjalan karena banyak air mineral bermerek dipalsukan. Belilah di tempat-tempat resmi seperti supermarket.

2. Jika di angkutan umum, hindari membeli air mineral dalam keadaan dingin. Ini karena kejernihan air dapat terlihat saat air dalam keadaan normal dan tidak terlihat saat dingin. Meskipun keruh, kondisinya tidak terlihat karena saat dingin air berwarna putih salju.

3. Lihat kondisi fisik botol. Mulus atau banyak goresan atau cacat. Juga apakah bersih atau ada beberapa noda. Pun tutup botol dan segelnya. Jangan beli minuman dengan banyak goresan atau cacat, apalagi jika botolnya terlihat kusam dan tutup botolnya cacat. Pastikan segel masih tertutup. Jika mencurigakan, ada kemungkinan botol yang digunakan adalah botol bekas yang didapat dari para pemulung, sedangkan isinya diisi dengan air biasa yang kehigienisannya diragukan.

4. Perhatikan juga isinya. Apakah jernih atau sedikit berlumut atau keruh. Caranya kocok air minuman mineral itu untuk mengetahuinya. Jika air menjadi keruh atau terlihat ada kotoran kecil dan halus, segera tolak.

5. Adakah layanan konsumen langsung yang tertera di label kemasan? Jika tidak, ada kemungkinan air tersebut palsu.

6. Air kemasan palsu ini berbahaya untuk kesehatan. Ini karena tidak dijamin kebersihannya, baik isi maupun cara pengolahannya, sehingga bibit penyakit bisa turut serta. Dapat dibayangkan jika si kecil yang daya tahan tubuhnya masih rendah meminum air mineral jenis ini. Beragam penyakit yang berkaitan dengan pencernaan pun dapat muncul, mulai dari sakit perut, diare, mual, muntah, kembung, hingga tifus.
Reply With Quote

AIR MINERAL


6a00d8341c5bd653ef00e54f10ca7c8833-800wi KAMU pasti sudah mengenal air minum yang ada di dalam botol atau kemasan, yang bisa kamu minum langsung tanpa khuatir akan “kebersihan” nya. Dari sekian banyak merek air minum “botol” tersebut, apakah semuanya memiliki kandungan yang sama? Bagaimana dengan air isi ulang yang banyak juga di sekitar kamu? Apakah air tersebut juga memiliki “kualitas” yang sama juga? Air hanya terdiri dari 2 buah unsur H dan 1 buah unsur O, membentuk senyawa yang disebut H2O. Itu disebut air murni. Air murni seperti itu hanyalah dalam air hasil destilasi (penguapan) atau hanya ada di angkasa sana, dalam bentuk butir-butir hujan. Setelah jatuh ke permukaan bumi, menjadi mata air, sungai, dan tiba di gelas minum milik kamu, itu sudah “mengandung” zat-zat lain, termasuk bahkan “kotoran”. Jadi seharusnya air yang kamu minum sudah mengandung mineral. Namun mineral yang terkandung mungkin berbeda-beda, tergantung sumbernya.
Tubuh kita memerlukan mineral-mineral seperti Kalsium, Natrium, Besi, Fosfor, dan sebagainya, yang terkandung juga di dalam air. Artinya tubuh kita justru akan mendapat masalah jika meminum air yang tidak ada mineralnya (air murni).
bottled-water-jj-0011 Pure_Water_Filling_Machine Air dalam kemasan yang kamu minum bersumber dari sumber air seperti mata air, atau air tanah, yang selanjutnya diproses agar memenuhi persyaratan air minum. Jadi apakah air minum dalam botol yang banyak dijual itu adalah air mineral? Masih diperdebatkan. Selain air minum dalam kemasan/botol, juga ada tempat penyediaan air isi ulang, yang sumbernya juga dari air “bersih biasa” dari mata air, yang di “saring” melewati filter yang bermacam-macam kemampuannya. Namun yang pasti, semakin “bersih” air yang di proses akan semakin mengurangi kandungan mineralnya.
demiwater-5l-130dpi Air yang "bersih" itu atau yang bebas mineral disebut juga demiwater atau air demineralisasi, diperlukan buat industri, atau mesin kendaraan, karena alat-alat tersebut harus bebas dari "kerak" hasil pengendapan mineral yang ada dalam air.
water+spring Beberapa produsen air kemasan kemudian memberi jaminan bahwa sumber airnya memiliki kandungan mineral tertentu yang lebih besar dibanding sumber lainnya, hal ini dapat dilihat dari tabel kandungan mineral yang tercantum pada setiap kemasan. Apakah air tersebut lebih bermanfaat dan berkhasiat bagi tubuh kamu? Yang  jelas air minum jenis ini memiliki harga yang lebih tinggi.***

Rabu, 22 September 2010

azee stretch

mengapa hidup tak selalu muda tuk dijalani......
dengan berbagai upaya yang kulakukan, terjadi perubahan sedikit demi sedikit menuju perubahan diriku yang semakin dewasa....
bagiku hidup merupakan sebuah tantangan yang penuh inspirasi